Ablasi Retina Pada Anak

ablasi retina merupakan gangguan pada mata ketika retina di daerah mata selaput bening area belakang bisa dikatakan terlepas atau terpisah. Kondisi tersebut membuat sebagian orang  menyebut sebagai ablasio retina.

Apabila retina lepas, dari sel mata dapat menjadi kekurangan udara dari luar. Terpisahnya retina dari belakang mata  membuat sebagian indera penglihatan menjadi kurang atau bisa jadi kehilangan penglihatan secara menyeluruh itu bisa tergantung banyaknya struktur retina yang lepas dari jaringannya.

Jika penderita bungung akan oerubahan secara dadakan ketika penglihatan hilang. Upayakan untuk mengubungi dokter secepat mungkin karena akan berpengaruh pada setiap resiko apabila terlambat ditangani. Setiap hal bisa memperburuk keadaan ketika di tunda-tunda. Bisa jadi keadaan yang buruk yakni kehilangan penglihatan secara permanen. Tentunya tidak ada yang menginginkan itu terjadi, lakukan yang terbaik untuk kesehatan mata.

Gejala ablasi retina pada anak terkadang  tidak ada penyebab nyeri. Ada beberapa tanda yang bisa di perhatikan lebih detail untuk gejala yang membuat terjadinya gangguan mata tersebut, antara lain:

  1. Penglihatan Kabur
  2. Penghilatan sebagian hilang
  3. Padangan buram
  4. Terjadinya cahaya yang muncul dadakan ketika menoleh ke arah samping
  5. Penghilatan mulai gelap
  6. Bayangan terlihat samar seketika

 

Ketika di diagnosis dari pihak kedokteran perawatan lebih awal bisa mencegah kondisi buruk dan menghentikan peredaran terlepasnya retina yang berisiko kehilangan penglihatan secara keseluruhan ketika terjadinya tanda tersebut lekaslah menghubungi pihak dokter untuk di berikan penanganan khusus.

Hilangnya penglihatan secara bertahap yakni dampak yang akan ada yang akibatnya berupa gangguan fungsi dari indera penglihatan pada mulanya terjadi  pada salah satu area dari penglihatan. Gangguan mata membuat para penderita kehilangan lihat pada retina yang terlepas pada jaringan mata. Beberapa pandangan yang  penglihatan kabur dan hilang secara dadakan.

Pada diagnosis yang dilakukan dokter  berdasar dari gejalanya menghasilkan pemeriksaan mata secara luas. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui dari mana retina bisa menangkap gambar, di antaranya:

  1. Ketajaman penglihatan
  2. Tes refraksi
  3. Respons pada gerak refleks pupil
  4. Mengenal warna
  5. Pemeriksaan dengan alat lampu celah

6.Tekanan intraokuler USG mata

Pengobatan ablasi retina, saat ini ada beberapa kasus dan yang cepat pengobatannya adalah operasi yang sangat diperlukan untuk memperbaiki retina yang terlepas. Pada robekanya di bagian retina, mengikuti prosedur yang di lakukan dengan operasi.

  1. Photocoagulation (Leser)

Robekan retina masih ada atau tidak pada  lepasnya kini pemeriksa bisa menyarankan untuk memberi penanganan khusus dengan laser. Operasi laser mengurangi gejala buruk di bagian robekan, ada luka yang akan menempel pada retina di belakang mata. Laser juga berdampak baik untuk pengobati ablasi retina secara tepat.

  1. Cryopexy

Cryopexy atau disebut juga dingin yang intens.  Perawatan pada tahap pengobatan ablasi retina yang akan menjadi beku di bagian robekan juga di lihat nantinya menyerupai luka yang bisa dihasilkan dapat menjaga retina ada di tempatnya. Adanya bius mata pada tahap photocoagulation.

  1. Vitrektomi

Pada pengobatan menggunakan adanya robekan mata di retina lebih besar. Di perlihatkan data pada prosedur memberikan keterkaitan di tahap  rawat jalan. Penanganan ini menggunakan alat untuk mengangkat jaringan retina yang luka juga cairan tersebut kemudian akan di kembalikan lagi ke retina seperti semula.

Pencegahan juga dapat dilakukan dalam beberapa perubahan untuk pengobatan ablasi retina dapat di cegah, antara lain: memakai kacamata guna melindungi ketika berada di luar  ruangan dan saat aktifitas harian seperti membaca, penderita diabetes dapat di di obati pada gula darah dan melakukan pemeriksaan mata secara bertahap dari tahun ketahun mengetahui lebih cepat.